
Sabtu, 29 Agustus 2009, sekitar jam 10 pagi. Dalam perjalanan dari arah Kopo menuju rumah si dia di kawasan Sanggar Hurip, Jln.Soekarno-Hatta (depan Metro Trade Center)
FYI: Jln. Soekarno-Hatta pada ruas timur setelah perpotongan dengan Jln. Kiara Condong itu terdiri dari 2 jalur untuk yang ke arah timur (Gedebage), 4 jalur total bolak-balik. Jalur ke timur yg sebelah kiri (jalur lambat) untuk angkot dan motor, sedangkan yg sebelah kanan (jalur cepat) untuk kendaraan bermotor lainnya.
Di belokan menuju kantor Samsat, saya masuk ke jalur lambat untuk kemudian masuk ke komplek Sanggar Hurip setelah rumah makan Ampera. Ternyata di belokan menuju kantor Samsat tersebut ada razia yang memang pada saat itu sedang gencar-gencarnya diadakan (dalam sehari itu saja ketemu dengan 3 razia, di Jln. Leuwipanjang, Jln. Soekarno-Hatta, Jln. Siliwangi). Seorang Polisi (polantas-1) menghentikan motor saya, dan terjadilah dialog berikut ini:
Polantas-1 (P1): "selamat siang" **sambil hormat dan dengan tenangnya**
Saya (S): "siang pak" **ah paling razia biasa, dengan pedenya, karena gak ngerasa salah apa-apa**
P1: "bisa lihat SIM dan STNK nya?"
S: "iya pak, bentar"
P1: "bapak tau kan ini jalur cepat?" **bapak? emangnya tampang udah setua itu yha?**
S: "oh iya ya pak"
P1: "di papan depan sana juga udah ada tulisan besar kan, motor silakan lewat jalur lambat"
S: "iya pak, nggg motornya dipinggirin dulu aja yha"
P1: "udah udah di sini aja dulu keluarin SIM dan STNKnya, nanti baru ke pinggir"
S: **dikiranya saya mau kabur kali yak? ato mo nyogok?**
Saya menyerahkan SIM dan STNK lalu mendorong motor ke pinggir. Oleh pak Polisi yang tadi (polantas-1) SIM dan STNK saya diserahkan ke temannya (polantas-2) yang sepertinya memang mendapat tugas mengurus surat tilang. Sudah ada 1 orang pengendara motor lainnya yang sedang berurusan dengan Polisi (polantas-2) tersebut.
Saya (S): **melepas helm, sambil berusaha tenang, hufff**
Polantas-2 (P2): "mmmm... fathah noor" **sedang duduk di pos, membaca SIM saya sambil buka-buka buku tilang**
S: "iya pak..." **sambil merhatiin buku tilangnya, kertas warna apa**
P2: "lahir di bogor..., tadi distop kenapa?" **mulai nulis sesuatu di buku tilang, kertas warna merah**
S: "tadi salah jalur pak.... pak, saya minta tilang yang warna biru aja..."
P2: "hm?" **kayak agak bingung**
S: "iya pak, saya ngaku salah, jadinya minta surat yg biru aja"
P2: "ngga. yang merah aja.." **sambil menyuruh pengendara motor yang kena tilang lainnya agak menjauh dulu ke tempat lain. mungkin biar pembicaraan kami tidak terdengar dia**
S: "tapi saya gak mau sidang pak, makanya saya ngaku salah. jadi minta yang biru aja" **sambil agak ngotot**
P2: "gapapa kok, sidangnya di deket situ, di polda" **jarak dari lokasi ke Polda Jabar memang tinggal 2-4 KM saja**
S: "ngga pak, saya minta yg biru aja..."
P2: "yang nentuin dapet tilang apa itu saya! bukan kamu! kamu mau ngelawan?!!" **mulai emosi**
S: "bukan gitu pak... saya juga tau aturannya, prosedurnya... makanya saya ngaku salah, biar gak perlu ikut sidang...."
P2: "kamu sok pintar hah?!! sok pintar?!!" **sambil berdiri dan marah**
S: "ngga pak... cuma minta slip biru..."
P2: "kamu sok pintar ya?!! sok pintar?!! udah pergi sana!! bawa nih!!" **sambil menyerahkan SIM dan STNK, kemudian ngeloyor aja, sambil tampang sebel**
S:
Info lebih lengkap tentang surat tilang bisa dibaca di sini.
3 komentar:
mas link nya ga bisa diliat masi forbidden
ternyata linknya emang udah hilang ndri...
-___-;
(belom nemu link pengganti yang isinya mirip)
acemmmm dah, ana telat baca ni tips,,,,motor ana da keburu ditilang n tinggal nunggu panggilan sidang kamar 13 nya si jack marpaung dah
Poskan Komentar