Selasa, September 29, 2009

kena tilang? mintalah slip BIRU!


Sabtu, 29 Agustus 2009, sekitar jam 10 pagi. Dalam perjalanan dari arah Kopo menuju rumah si dia di kawasan Sanggar Hurip, Jln.Soekarno-Hatta (depan Metro Trade Center) love. Kendaraan cukup ramai di persimpangan antara Jln. Kiara Condong & Jln. Soekarno-Hatta. Lampu merah, motor Astrea'96 yang saya kendarai berhenti di bagian agak kanan. Lampu hijau, semua berjalan, cukup sulit merapatkan motor ke barisan kiri karena lalu lintas yg padat. Oke saya lewat jalur cepat saja, toh saat itu banyak motor yang juga lewat jalur cepat di bagian kanan.

FYI: Jln. Soekarno-Hatta pada ruas timur setelah perpotongan dengan Jln. Kiara Condong itu terdiri dari 2 jalur untuk yang ke arah timur (Gedebage), 4 jalur total bolak-balik. Jalur ke timur yg sebelah kiri (jalur lambat) untuk angkot dan motor, sedangkan yg sebelah kanan (jalur cepat) untuk kendaraan bermotor lainnya.

Di belokan menuju kantor Samsat, saya masuk ke jalur lambat untuk kemudian masuk ke komplek Sanggar Hurip setelah rumah makan Ampera. Ternyata di belokan menuju kantor Samsat tersebut ada razia yang memang pada saat itu sedang gencar-gencarnya diadakan (dalam sehari itu saja ketemu dengan 3 razia, di Jln. Leuwipanjang, Jln. Soekarno-Hatta, Jln. Siliwangi). Seorang Polisi (polantas-1) menghentikan motor saya, dan terjadilah dialog berikut ini:

Polantas-1 (P1): "selamat siang" **sambil hormat dan dengan tenangnya**
Saya (S): "siang pak" **ah paling razia biasa, dengan pedenya, karena gak ngerasa salah apa-apa** siul
P1: "bisa lihat SIM dan STNK nya?"
S: "iya pak, bentar" sengihnampakgigi **ngeluarin dompet, masih cengar-cengir dengan pedenya**
P1: "bapak tau kan ini jalur cepat?" **bapak? emangnya tampang udah setua itu yha?** gelakguling
S: "oh iya ya pak" adus **haduhhh, sialll... baru inget klo salah jalur. coba tadi belok kiri. **
P1: "di papan depan sana juga udah ada tulisan besar kan, motor silakan lewat jalur lambat"
S: "iya pak, nggg motornya dipinggirin dulu aja yha" gigil **sambil dorong motor ke pinggir dan mulai panik ngeluarin STNK**
P1: "udah udah di sini aja dulu keluarin SIM dan STNKnya, nanti baru ke pinggir"
S: **dikiranya saya mau kabur kali yak? ato mo nyogok?** jelir

Saya menyerahkan SIM dan STNK lalu mendorong motor ke pinggir. Oleh pak Polisi yang tadi (polantas-1) SIM dan STNK saya diserahkan ke temannya (polantas-2) yang sepertinya memang mendapat tugas mengurus surat tilang. Sudah ada 1 orang pengendara motor lainnya yang sedang berurusan dengan Polisi (polantas-2) tersebut.

Saya (S): **melepas helm, sambil berusaha tenang, hufff** penat
Polantas-2 (P2): "mmmm... fathah noor" **sedang duduk di pos, membaca SIM saya sambil buka-buka buku tilang**
S: "iya pak..." **sambil merhatiin buku tilangnya, kertas warna apa** fikir
P2: "lahir di bogor..., tadi distop kenapa?" **mulai nulis sesuatu di buku tilang, kertas warna merah**
S: "tadi salah jalur pak.... pak, saya minta tilang yang warna biru aja..."
P2: "hm?" **kayak agak bingung**
S: "iya pak, saya ngaku salah, jadinya minta surat yg biru aja"
P2: "ngga. yang merah aja.." **sambil menyuruh pengendara motor yang kena tilang lainnya agak menjauh dulu ke tempat lain. mungkin biar pembicaraan kami tidak terdengar dia**
S: "tapi saya gak mau sidang pak, makanya saya ngaku salah. jadi minta yang biru aja" **sambil agak ngotot**
P2: "gapapa kok, sidangnya di deket situ, di polda" **jarak dari lokasi ke Polda Jabar memang tinggal 2-4 KM saja**
S: "ngga pak, saya minta yg biru aja..."
P2: "yang nentuin dapet tilang apa itu saya! bukan kamu! kamu mau ngelawan?!!" **mulai emosi**
S: "bukan gitu pak... saya juga tau aturannya, prosedurnya... makanya saya ngaku salah, biar gak perlu ikut sidang...."
P2: "kamu sok pintar hah?!! sok pintar?!!" **sambil berdiri dan marah**
S: "ngga pak... cuma minta slip biru..."
P2: "kamu sok pintar ya?!! sok pintar?!! udah pergi sana!! bawa nih!!" **sambil menyerahkan SIM dan STNK, kemudian ngeloyor aja, sambil tampang sebel**
S: menari **wah asik lagi hoki nih, malah dilepasin gak kena denda. buru-buru masukin SIM dan STNK ke dompet dan langsung memacu motor**

doa Alhamdulillah siang itu pertama kalinya saya kena tilang dan gak nyogok polisi. Denda resmi dengan surat tilang warna biru kalau tidak salah cuma Rp 25 ribu (CMIIW) dan prosedurnya gak ribet (silakan baca link referensi di bawah), gak beda jauh kan dengan rata-rata biaya sogokan? jelir Yuk yuk yuk jangan biarin oknum-oknum polantas yang kayak begini makin merajalela. takbole Kasian polantas yang bener-bener kerja sesuai aturan ikut rusak nama baiknya.

Info lebih lengkap tentang surat tilang bisa dibaca di sini.

3 komentar:

Unknown mengatakan...

mas link nya ga bisa diliat masi forbidden

Unknown mengatakan...

ternyata linknya emang udah hilang ndri...
-___-;

(belom nemu link pengganti yang isinya mirip)

janwars mengatakan...

acemmmm dah, ana telat baca ni tips,,,,motor ana da keburu ditilang n tinggal nunggu panggilan sidang kamar 13 nya si jack marpaung dah

Google+