Sabtu, Maret 29, 2008

uniknya kampusku

Terinspirasi dari salah satu topik bahasan di forum Rileks (nb: ini forum internal yg hanya dapat dibuka dari "dalam" jaringan kampus) berjudul Keunikan dan Keajaiban ITB, saya mencoba mendokumentasikan beberapa keunikan tsb di sini. Foto-foto saya ambil dari hasil hunting hari kamis pekan lalu (bareng dengan foto yg itu tuuuh) dan dari mengobok-obok koleksi foto-foto lama di lappie.


#01 kampus mini
Sejauh yg saya tau, luas area kampus ini termasuk yg paling mini jika dibandingkan dengan luas area kampus PTN2 lain di Indonesia, sekitar 770.000 meter persegi.


#02 burung koak
Coba parkirkan mobil di jalan Ganesa depan kampus, lalu tunggu beberapa jam. Hasilnya, mobil Anda sudah berubah kulit jadi berwarna putih. Buktikan sendiri! Hahaha.. ^^


#03 ganesa 10
ITB beralamat di jalan Ganesa nomer 10, taukah kamu di mana letak papan nomor 10 tsb? Dijamin anak2 sini pun banyak yg belom tau. :P Ternyata papan nomer 10 nya terletak di dinding sekitar gerbang depan sebelah kiri, tepatnya di belakang deretan baligo pengumuman.


#04 lihat tangkuban perahu
Gunung Tangkuban Perahu dapat dilihat dari sepanjang jalan tengah kampus. Dari boulevard dekat jam gerbang atau dari tugu Soekarno, ke arah utara. Posisi gunung akan tampak tepat berada di tengah-tengah.


#05 kolam indonesia tenggelam
Kolam dengan nama yg unik ini terletak di antara empat buah Labtek kembar IF-FT-FA-EL. Di tengah kolam terdapat air mancur dan gambar peta Indonesia. Pada lantai di pinggir kolam terukir nama-nama jurusan yg ada di ITB. Tempat ini termasuk salah satu spot favorit untuk "memandikan" temen yg pada hari itu sedang ultah ^^.


#06 not balok indonesia raya
Di daerah Plaza Widya memanjang dari pusat gema hingga tugu Soekarno, terdapat kolam yg keramik di dasarnya membentuk not balok lagu Indonesia Raya. Hmmm, tapi sampe sekarang saya masih belom ngerti juga cara baca not balok tsb.


#07 mushola bunder

Mushola kotak? ah biasa.. Mushola segitiga? pernah liat di mall2 yg musholanya terpojok.. Tapi mushola bunder? kayaknya baru liat di sini deh.. :D Mushola bunder ini terletak di kawasan tenggara kampus di sekitar Labtek IX (PL-GD-AR-SR).


#08 maket itb
Masih di kawasan tenggara, terdapat sebuah monumen yg unik berupa maket ITB, terukir pada dinding.


#09 pusat gema
Pusat gema terletak di dekat tangga turun menuju Plaza Widya. Coba berdiri di pusat gema menghadap ke selatan (ke arah empat Labtek kembar), dan teriaklah sekeras-kerasnya. Suara kamu bakalan bergema. Hohoho~


#10 ruang bosscha
Pernah liat ruang kuliah 1201 (ruang bosscha)? Mungkin ga banyak temen2 yg pernah masuk ke sini, karena ruang ini emang letaknya di departemen Fisika. Yg unik dari ruang ini adalah posisi kursinya yg makin ke belakang makin tinggi dan SANGAT CURAM! Sayang pada sesi hunting kali ini saya gak sempet ngambil fotonya, soalnya pintu dikunci (lagi libur).


#11 gku barat
Hampir semua mahasiswa tingkat satu (TPB) pasti pernah ngerasain kuliah di GKU Barat. Dan dijamin, kesan ketika pertama kali mesti kuliah di gedung ini adalah BINGUNG! ^^ Sudah untung kalo ngga tersesat. Hahaha.. Posisi lantai, tangga, dan penomoran ruang di GKU Barat memang sangat unik. Kebelet buru2 cari WC? Ga usah panik klo gak ketemu di lantai dasar, 1, 2, atau 3. Karena WCnya terletak di lantai-setengah (di luar tangga utama), lantai-satu-setengah, dan lantai-dua-setengah.. :P


#12 gedung saling bercerminan
Sebagian besar gedung ITB yg saling berhadapan, bentuknya saling bercerminan. Ambil contoh: aula barat - aula timur, CC barat - CC timur, empat Labtek kembar, TVST - Oktagon, ComLabs - PLN, Labtek biru bagian depan - belakang. Untuk lebih jelasnya, bisa liat peta ITB tampak atas yg ada di awal postingan ini.


#13 rantai dna labtek biru

Pernah melalui jalan di antara gedung TVST dan Oktagon ke arah Labtek Biru? Coba perhatikan cermin raksasa di depan, dia berguna untuk melihat pantulan bayangan rantai DNA yg terdapat di lantai. Dan ternyata pantulan rantai DNA (bagian atas) tersebut seolah-olah nyambung dengan tangga Labtek Biru yg berbentuk rantai DNA bagian bawah! Wow, saya baru tau lho. ^^


#14 anjing
Kira-kira sejak dua tahun yang lalu, jadi banyak anjing2 yg berkeliaran di kampus. Entah dari mana mereka berasal.


#15 tong sampah warna-warni
Dulu sempet berwarna merah-kuning-hijau. Sekarang berwarna oranye-putih-hitam, tujuannya untuk memisahkan sampah: logam kaca dan bahan beracun, sampah yg tidak membusuk, dan sampah yg dapat membusuk.


#16 watertap
Haus setelah keliling kampus? Tenang saja, karena ada 70 buah watertap sumbangan dari kakak2 alumni ITB angkatan 70, yg tersebar di seantero area kampus. Tinggal pencet, siapin mulut, glek-glek-glek segarrr. Tapi jujur yha, bentuknya gak ergonomis banget deh -_-.


#17 "wc" raksasa
Lihat deh gedung Perpustakaan Pusat ITB yg hampir seluruh dinding luarnya berlapis KERAMIK! Mirip WC dalam ukuran jumbo... Hahaha ^^


#18 "paku" raksasa
Menjulang tinggi di area parkir belakang menyerupai sebuah paku raksasa. Ternyata itu adalah menara air, di bagian bawah ada ruang instalasi pengolahan air bersih yg sepertinya digunakan untuk menyuplai seluruh watertap di kampus.


#19 tunnel underground
Terdapat sebuah terowongan yg menghubungkan wilayah Sunken Court dengan Sabuga. Pintunya biasanya dikunci dan hanya dibuka ketika ada acara yg melibatkan mobilisasi massa antara kampus-Sabuga, seperti saat masa-masa pendaftaran SPMB, wisudaan, dlsb.


#20 wisudaan
Arak-arakan pake truk/pickup/motor/delman dari Sabuga ke kampus, teriakan2 yel2 masing2 himpunan, perang aer, pentas seni, nyetrum wisudawan (anak2 EL doank sih :P), gebuk2an pake koran, (kadang) ada yg berantem pula, dlsb. Event wisudaan ITB di hari Sabtu pun gak pernah sepi dari penonton. Kampus mana lagi coba yg tiap wisudaannya ada acara rame2 macem begini? ^^



Okeh, kayaknya sementara ini segitu dulu aja keunikan2 kampusku. Kalo ada info yg kurang akurat tolong dikoreksi. Atau mungkin ada keunikan2 laen yg mnurut kmu layak dimasukin? sok atuh komen.. ^o^

Jumat, Maret 28, 2008

sekotak J.CO, nyammm..

Jadi ceritanya semester yang lalu, saya ngebantuin temen yg anak DKV'04 ngerjain tugas akhir mata kuliah Multimedia I (DK-32F1). Sebenernya saya rada gelap dgn mata kuliah ini, yha ngambil kuliahnya aja gak pernah gitu lho. Tapi berhubung yg digunakan adalah Flash, jadi saya coba bantu buatin. Dia ngebikin sebuah game "semacam-maze" yg intinya si jagoan mesti masuk dari sebuah pintu dan mencari pintu keluar dengan dihalang-halangi beberapa musuh. Semua aspek desain grafis dia dan temennya yg ngurus, saya "cuma" bantuin bikin enginenya. Yap, dan lagi-lagi gawean grafis anak2 DKV selalu bisa bikin saya terpana -visually satisfied-, desainnya dipaduin dgn unsur2 budaya daerah gitu deh. Dijamin kalo yg bikin saya sendirian, pasti tuh game bakal boring abiz... :P

Dan hari ini, dia ke komlebs ngasi sekotak J.CO (sebelumnya saya udah disogok pake 3 botol fanta-sprite-cola 1,5Lt @[email protected]). Waaaaaa asiiiik... **saya ngaku baru pertama ini makan J.CO ^^** Berhubung anak-anak komlebs lg pd ngumpul di sini, langsung deh kita serbu rame-rame donatnya, dan ludes dalam sekejap. Thx yhaaaaa, nyammm...

Kamis, Maret 20, 2008

sunrise @ indonesia tenggelam

Pagi ini suasana di kampus benar-benar mendukung untuk hunting sunrise. Apalagi langitnya cerah tidak mendung, soalnya sudah sejak siang hingga malam kemaren hujan terus. Akhirnya dapet deh foto kolam "Indonesia Tenggelam" ini, saya ambil dari jembatan antara labtek IF-FT. Dan berhubung lagi pengen isenk, sekalian deh fotonya saya HDR-kan lagi seperti foto Labtek-VIII yg waktu itu... ^^

Rabu, Maret 19, 2008

102 online contacts

Sore hingga malam hari ini, online contacts list di YM saya panjang sekali, sampe 102 user! Hehehe, kayaknya sih gara-gara besok pada libur kerja/kuliah, apalagi longweekend 4 hari. Kalo yg di kampus, mungkin lagi pada nunggu hujan reda yg sudah sejak siang tadi masih deras juga... ^^

Senin, Maret 17, 2008

bukan lidah sushi

Kamis sore yg lalu, seseorang nge-BUZZ ym saya ngajakin makan ke SushiTei. Nah berhubung waktu itu emang lagi laper banget, dan ditambah penasaran rasa sushi tuh kayak gimana, akhirnya kita cabut deh. Sebelumnya saya udah pernah nyobain sushi di Papayas dan rasanya kurang maknyusss, waktu itu sih kirain gara-gara suasana tempat makannya yg kurang kondusif (beli sushi di [email protected], tapi makannya nebeng di depan KFC ^^). Ternyata eh ternyata...

Ternyata eh ternyata, kayaknya lidah saya emang gak klop dengan sushi-sushian. Kok hambar yah? Yang berasa cuma kecap asinnya :P Ditambah dengan kombo minuman yg "salah pilih", masa' makan sushi minumnya jus alpukat coba? Hehehe, yha muleg deh.. @[email protected] Btw, yg sempet mampir di perut kemaren:
  • Salmon sushi --> ikan salmon, gitu doank rasanya..
  • Unagi sushi --> katanya sih dari belut
  • Crispy rolls --> entah isinya apa aja, asin-asin gitu deh..
  • Chuka lidako --> baby octopus, bayi gurita, masih imuuut banget, kasian deh kok dimakan >,<
  • Avocado juice --> jus alpokat

Jumat, Maret 14, 2008

Cincha Lawra

Tadi pagi pas baru bangun tidur, setelah lagi-lagi nginep lagi di komlebs, nemu sesuatu yg lucu di rileks. Ada yg ngaplot ringtone Cinta Laura yg versi "mana ujhan, gak ada ojhek, bechek..." ^^

Bwahahaha, monggo sodara-sodara donlot di sini (versi 19 detik). Untuk yg versi RnB nya, bisa diambil di sono (38 detik).

------------------------------------------------------------
update(21:23-18-Maret-2008): Hohoho, barusan nemu lagi nih versi laennya, sekarang yg durasi 45 detik... ^^ Silakan donlot di situ.
------------------------------------------------------------
update(20:19-07-April-2008): Eh beberapa hari yg lalu ada orang iseng di Rileks yg ngeremix si Cincha Lawra lagi, malahan yg ini durasinya sampe 2 menit 26 detik... udah kayak lagu beneran aja tuh ^^ Silakan donlot di mari.

Kamis, Maret 13, 2008

sekali mendayung, lima sepatu terkantongi

Lho kok???
Hahaha ^^, sebenarnya versi komplit judulnya kayak gini sih: "Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Sekali bawa karung, lima pasang sepatu terkantongi." Yap, itulah peribahasa yg bisa sedikit mewakili kejadian hilangnya 5 pasang sepatu di musola komlebs kemaren sore. Oke, kalo 5 pasang sepatu tersebut hilangnya dalam kurun waktu seminggu yha mungkin masih "wajar" deh yha. Tapi ini kejadiannya hanya dalam waktu 1 kali sholat Maghrib! WOW!

Ngga tau juga tuh gimana modus operandi sang pencuri. Mungkin dia beroperasi berkelompok, soalnya ngga mungkin lah yha 5 pasang sepatu dibawa oleh satu orang doank, pasti bakal mencolok banget. Ato jangan-jangan pada saat itu sebenarnya ada beberapa komplotan pencuri sepatu yg kebetulan sedang beroperasi pada waktu dan tempat yg sama? Who knows?

Kejadian kehilangan seperti ini dan sejenisnya yg sering terjadi di sekitar kampusku, selalu bikin saya kembali mengenang masa-masa suram pas awal TPB dulu. Saya juga pernah kehilangan sepatu, eh bukan cuma sepatu denk, tapi sepaket SEPATU, DOMPET, BUKU, KALKULATOR, TAS, dan ISINYA. Huhuhuuu~~ "Beruntung" sekali tuh maling lagi dapet jackpot. Jadi ceritanya nih yha, waktu itu saya baru sekitar 2-3 bulan mencicipi kehidupan kampus ini, tampang masih polos, lugu, dan imut (hoekkk ^^), jadi belom tau "keras"nya hidup di sini. Pas saya sholat Zuhur berjamaah di mesjid Salman, tas dan jaket saya letakkan di samping kiri, dgn jarak hanya sekitar 5 meter (dan itu tindakan yg sangat bodoh, sodara-sodara! Jgn ditiru yha adek-adekku yg msh TPB :P). Nah sehabis sholat, ketika akan pergi ternyata saya hanya menemukan jaketnya saja (masih untung juga sih disisain jaketnya -_-), tas sudah lenyap! Whoaaaaaaa, sumpah waktu itu panik banget. Dst, dst, dst... Males ah nerusinnya, kenangan buruk nih.

Oke, yang penting kita ambil hikmahnya aja deh. Buat adek-adek TPB yg masih fresh. Plis deh itu kan di mesjid dan musola seantero kampus udah banyak ditempel pengumuman gede-gede untuk menjaga barang bawaan baek-baek. Jadi mbok yha pas sholat tasnya di simpan di depan shaf donk, masa' sih saya masih sering nemuin orang nyimpen tas di belakang, ato lebih parah lagi di deket pintu musola?! Belajar dari pengalaman abang ini laaah. :P Alhasil kalo lagi ada mood+sebel+dendam+kasian, saya suka mindahin tas org2 kayak gitu ke samping shaf mereka, ato saya tungguin sampe mereka beres sholat baru saya pergi. Cuma pengen mastiin aja, kejadian pahit yg saya alami ngga nimpa mereka. -_-

Jumat, Maret 07, 2008

HDR photo

Tadi malam hujan mengguyur kampusku, hingga akhirnya saya putuskan untuk sekalian nginap saja soalnya nanggung udah kemaleman. Hmmm, biasanya kalo saya nginep dan bawa kamera, pasti saya nargetin untuk ngambil foto sunrise ntar paginya (dan biasanya gagal soalnya pasti bangun kesiangan ^^). Tapi pagi ini ternyata bisa juga saya jam 6 teng udah nangkring di sekitar Tugu Soekarno sambil celingak-celinguk cari spot yg asik buat jeprat-jepret. Teras Labtek-V Lantai-2 jadi pilihan tempat mangkal, soalnya saya pengen ngambil gambar Labtek-VIII tercinta :P

Oiya tadi awalnya pengen ngejar sunrise yha? Namun pagi ini tampaknya matahari masih betah me-Nyepi di balik awan. Weks, rencana terancam gagal nih. Cring, aha! Teringat web yg kmaren linknya dikasi si Andre tentang HDR pictures, yaudah deh saya langsung ganti haluan pengen nyoba foto HDR (padahal gak bawa tripod! >,<). Eh kalo ada yang pengen tau apa itu HDR imaging, silakan langsung tanya ke suaminya om Google (tante Wiki) yha :D

HDR photo Labtek-VIII di atas dihasilkan dari 7 buah foto yg nyaris mirip propertiesnya kecuali exposure. Saya ngambil fotonya dengan mode-P pada exposure -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3. Proses ini akan sangat dipermudah andai saja saya:
  • Menggunakan tripod, sedangkan saat itu saya ngga bawa tripod. Atau..
  • Menggunakan kamera yg memiliki fitur Auto-Exposure Bracketing (AEB), dan fitur ini ngga ada pada si D40x cayank.
Oke gapapa, akhirnya beberapa foto dengan multi-exposure sudah didapat. Kemudian saya mesti ngeratain posisi masing-masing fotonya supaya ketika fotonya digabungkan tidak ada efek ghost. Dan ternyata ngeratain foto tuh ribet! Argh pake Fireworks aja lemotnya minta ampun (klo Photoshop sih udah jangan ditanya lagi, si lappie bisa-bisa langsung ngehang), padahal saya cuma butuh fitur scaling, translating, rotating. Pas saya coba pake Flash, eh lancar. Hohoho, ternyata Flashnya masih sehati dgn saya ^^.

Intinya dari proses tersebut, saya mendapatkan 7 buah foto yg sudah pas posisinya, lalu diolah menggunakan Photomatix Pro, yang memang sudah sangat dikenal sebagai software untuk membuat HDR Images yg mantap. Outputnya berupa file RAW 16-bit berekstensi TIF. Saya atur-atur level dan colornya lalu disave menjadi file JPG 8-bit seperti terlihat pada gambar pertama di awal postingan ini. Gimana? Fotonya jadi tampak lebih dramatis kan? ^^

Kamis, Maret 06, 2008

macro photography

Hmmm, kata orang sih "Small is beautiful"... Kata-kata itulah salah satu alasan yg bikin saya pengen banget coba-coba macro photography. Btw apaan sih macro phothgraphy? (lagi2) mengutip dari penjelasannya tante Wiki:
Macro photography is close-up photography; the classical definition is that the image projected on the "film plane" (i.e film or a digital sensor) is close to the same size as the subject. On 35 mm film (for example), the lens is typically optimized to focus sharply on a small area approaching the size of the film frame. Most 35mm format macro lenses achieve at least 1:2, that is to say, the image on the film is 1/2 the size of the object being photographed. Many 35mm macro lenses are 1:1, meaning the image on the film is the same size as the object being photographed. Another important distinction is that lenses designed for macro are usually at their sharpest at macro focus distances and are not quite as sharp at other focus distances.

In recent years, the term macro has been used in marketing material to mean being able to focus on a subject close enough so that when a regular 6×4 inch (15×10 cm) print is made, the image is life-size or larger. This requires a magnification ratio of only approximately 1:4, more easily attainable by lens makers.
Tapi sayangnya lensa macro untuk kamera DSLR harganya lumayan mahal kalo dibandingin dengan lensa biasa. Jadinya untuk menyiasatinya, saya manfaatin lensa yg udah ada aja yaitu Nikkor AF-S DX VR 55-200mm IF-ED f/4-5.6G. Itu saja tidak cukup, karena jarak terdekat suatu objek agar lensa tersebut dapat fokus adalah 1,5 meter! Walah, kalo dari jarak segitu, mana bisa dapet perbesaran yg mantap. Akhirnya saya beli Kenko Extension Tube, sehingga jarak fokus minimal yg tadinya 1,5 meter, bisa didekatkan lagi menjadi hanya sekitar 4 centimeter! ^o^ Sip deh, jadi peralatan yg saya pake:
Semua dirangkai pada posisi yg semestinya seperti gambar di atas (foto tsb saya ambil dgn kamera hp K-Touch V908, harap maklum klo penuh noise :P), kalo senternya sih saya pegangin. Foto diambil dengan shutter delay 10 detik biar kamera ngga getar dan saya ada kesempatan ngepasin cahaya senter. Hasilnya seperti foto-foto berikut ini:

bagian belakang jam CASIO

uang logam Rp 50

tusuk gigi

uang kertas Rp 50.000

Untuk 2 foto berikutnya, kamera saya pegang di tangan kiri, lampu meja belajar saya pegang di tangan kanan ^^ :

mata adek saya ^^ (thx alot yak)

jempol kaki saya ^^

Dan karena semua foto itu resolusinya sekitar 10 megapixel, masih bisa saya crop lagi beberapa bagian detilnya jadi kayak gini:

Pengennya sih suatu saat nanti bisa foto macro mata lalat lengkap dengan detil facetnya itu lho... Whooo, kapan yha bisa beli lensa yg bisa kayak gitu? @[email protected] Sodara-sodara ada yg mau berbaik hati menghibahkan lensa macronya? :D
Oiya, lagipula emangnya mau gitu lalatnya disuruh diem duduk manis di depan lensa selama beberapa detik? Bwahahahaha.. ^^
Thx for coming, n sory yak klo ngebuka blognya jadi lemot gara-gara banyak gambar. Jgn kapok utk ksini lagi... :P
Google+