
Dua buah baligo dengan konten seputar kampanye anti mencontek (atau menyontek?) ini sudah terpasang di depan kampus sejak sekitar 2 minggu yang lalu, pada masa-masa UTS. Silakan klik pada gambar agar terlihat lebih jelas.

Beberapa spanduk dengan konten senada pun sudah banyak terpasang di titik-titik strategis di dalam kampus sejak akhir semester yang lalu. Berikut ini liputan di blog lain tentang kampanye anti menyontek (atau mencontek?) di kampus ITB: [Link-1], [Link-2], [Link-3]
Senin, Oktober 26, 2009
kampanye anti mencontek (menyontek?) yang unik
Ditulis oleh phat jam 3:19 PM 0 komentar Link ke artikel ini
Label: suka-suka-tralala
Rabu, Oktober 07, 2009
kalender 2010

"Kalender-Serba-Ada" buatan Ibnu Zahid Abdo el-Moeid ini informasi didalamnya sangat komplit. Mencakup Kalender Hijriyah Qomariyah (Hijri lunar calendar), Kalender Hijriyah Syamsiyah (Hijri solar calendar), Kalender Masehi (Gregorian calendar), Neptu Jawa (Jumlah neptu hari dan pasaran), Kalender Jawa (Asapon), Pasaran Jawa / Hari Jawa (day of Java), serta Pranoto Mongso Jawa (season of Java). Cocok untuk teman-teman yang mungkin sedang mencari tanggal pernikahan yang pas. ![]()
Kalender ini juga dilengkapi dengan hari libur nasional dan jadwal waktu shalat untuk ibukota propinsi di seluruh Indonesia.
Silakan download pada links di bawah ini.
[Kalender Tahun 2010M + Jadwal Waktu Shalat di 33 Ibukota Propinsi]
[Kalender Tahun 1901M-2199M]
Ditulis oleh phat jam 11:38 AM 1 komentar Link ke artikel ini
Label: iTekno, suka-suka-tralala
Senin, Oktober 05, 2009
prediksi gempa bumi
Kredit gambar di atas adalah milik USGS Earthquake Hazards Program: Earthquake Report
Ketika berselancar hari ini, kebetulan saya menemukan situs menarik yang menyediakan daftar prediksi gempa bumi di (hampir) seluruh dunia. Pada tabel di situs tersebut tercakup informasi prediksi wilayah gempa, prediksi magnitud gempa, prediksi waktu kejadian, observasi magnitud gempa (setelah kejadian), akurasi prediksi (setelah kejadian), dan waktu observasi (setelah kejadian). Melihat dari beberapa gempa bumi yang telah terjadi dan sebelumnya telah diprediksi oleh situs ini, ternyata hasilnya cukup akurat. FYI: gempa besar di Sumatera Barat telah masuk dalam daftar di situs ini sejak 14 hari sebelum kejadian.
Forecasts of Largest Regional Earthquakes
Sedangkan untuk memperoleh informasi koordinat posisi dan kedalaman dari gempa bumi yang sudah terjadi, situs milik U.S. Geological Survey bisa dijadikan acuan.
Earthquake List for Map of Asia Region
Semoga info ini bisa bermanfaat dan membuat kita tetap waspada.
Ditulis oleh phat jam 7:19 PM 4 komentar Link ke artikel ini
Label: iTekno
Selasa, September 29, 2009
kena tilang? mintalah slip BIRU!

Sabtu, 29 Agustus 2009, sekitar jam 10 pagi. Dalam perjalanan dari arah Kopo menuju rumah si dia di kawasan Sanggar Hurip, Jln.Soekarno-Hatta (depan Metro Trade Center)
. Kendaraan cukup ramai di persimpangan antara Jln. Kiara Condong & Jln. Soekarno-Hatta. Lampu merah, motor Astrea'96 yang saya kendarai berhenti di bagian agak kanan. Lampu hijau, semua berjalan, cukup sulit merapatkan motor ke barisan kiri karena lalu lintas yg padat. Oke saya lewat jalur cepat saja, toh saat itu banyak motor yang juga lewat jalur cepat di bagian kanan.
FYI: Jln. Soekarno-Hatta pada ruas timur setelah perpotongan dengan Jln. Kiara Condong itu terdiri dari 2 jalur untuk yang ke arah timur (Gedebage), 4 jalur total bolak-balik. Jalur ke timur yg sebelah kiri (jalur lambat) untuk angkot dan motor, sedangkan yg sebelah kanan (jalur cepat) untuk kendaraan bermotor lainnya.
Di belokan menuju kantor Samsat, saya masuk ke jalur lambat untuk kemudian masuk ke komplek Sanggar Hurip setelah rumah makan Ampera. Ternyata di belokan menuju kantor Samsat tersebut ada razia yang memang pada saat itu sedang gencar-gencarnya diadakan (dalam sehari itu saja ketemu dengan 3 razia, di Jln. Leuwipanjang, Jln. Soekarno-Hatta, Jln. Siliwangi). Seorang Polisi (polantas-1) menghentikan motor saya, dan terjadilah dialog berikut ini:
Polantas-1 (P1): "selamat siang" **sambil hormat dan dengan tenangnya**
Saya (S): "siang pak" **ah paling razia biasa, dengan pedenya, karena gak ngerasa salah apa-apa** ![]()
P1: "bisa lihat SIM dan STNK nya?"
S: "iya pak, bentar"
**ngeluarin dompet, masih cengar-cengir dengan pedenya**
P1: "bapak tau kan ini jalur cepat?" **bapak? emangnya tampang udah setua itu yha?** ![]()
S: "oh iya ya pak"
**haduhhh, sialll... baru inget klo salah jalur. coba tadi belok kiri. **
P1: "di papan depan sana juga udah ada tulisan besar kan, motor silakan lewat jalur lambat"
S: "iya pak, nggg motornya dipinggirin dulu aja yha"
**sambil dorong motor ke pinggir dan mulai panik ngeluarin STNK**
P1: "udah udah di sini aja dulu keluarin SIM dan STNKnya, nanti baru ke pinggir"
S: **dikiranya saya mau kabur kali yak? ato mo nyogok?** ![]()
Saya menyerahkan SIM dan STNK lalu mendorong motor ke pinggir. Oleh pak Polisi yang tadi (polantas-1) SIM dan STNK saya diserahkan ke temannya (polantas-2) yang sepertinya memang mendapat tugas mengurus surat tilang. Sudah ada 1 orang pengendara motor lainnya yang sedang berurusan dengan Polisi (polantas-2) tersebut.
Saya (S): **melepas helm, sambil berusaha tenang, hufff** ![]()
Polantas-2 (P2): "mmmm... fathah noor" **sedang duduk di pos, membaca SIM saya sambil buka-buka buku tilang**
S: "iya pak..." **sambil merhatiin buku tilangnya, kertas warna apa** ![]()
P2: "lahir di bogor..., tadi distop kenapa?" **mulai nulis sesuatu di buku tilang, kertas warna merah**
S: "tadi salah jalur pak.... pak, saya minta tilang yang warna biru aja..."
P2: "hm?" **kayak agak bingung**
S: "iya pak, saya ngaku salah, jadinya minta surat yg biru aja"
P2: "ngga. yang merah aja.." **sambil menyuruh pengendara motor yang kena tilang lainnya agak menjauh dulu ke tempat lain. mungkin biar pembicaraan kami tidak terdengar dia**
S: "tapi saya gak mau sidang pak, makanya saya ngaku salah. jadi minta yang biru aja" **sambil agak ngotot**
P2: "gapapa kok, sidangnya di deket situ, di polda" **jarak dari lokasi ke Polda Jabar memang tinggal 2-4 KM saja**
S: "ngga pak, saya minta yg biru aja..."
P2: "yang nentuin dapet tilang apa itu saya! bukan kamu! kamu mau ngelawan?!!" **mulai emosi**
S: "bukan gitu pak... saya juga tau aturannya, prosedurnya... makanya saya ngaku salah, biar gak perlu ikut sidang...."
P2: "kamu sok pintar hah?!! sok pintar?!!" **sambil berdiri dan marah**
S: "ngga pak... cuma minta slip biru..."
P2: "kamu sok pintar ya?!! sok pintar?!! udah pergi sana!! bawa nih!!" **sambil menyerahkan SIM dan STNK, kemudian ngeloyor aja, sambil tampang sebel**
S:
**wah asik lagi hoki nih, malah dilepasin gak kena denda. buru-buru masukin SIM dan STNK ke dompet dan langsung memacu motor**
Alhamdulillah siang itu pertama kalinya saya kena tilang dan gak nyogok polisi. Denda resmi dengan surat tilang warna biru kalau tidak salah cuma Rp 25 ribu (CMIIW) dan prosedurnya gak ribet (silakan baca link referensi di bawah), gak beda jauh kan dengan rata-rata biaya sogokan?
Yuk yuk yuk jangan biarin oknum-oknum polantas yang kayak begini makin merajalela.
Kasian polantas yang bener-bener kerja sesuai aturan ikut rusak nama baiknya.
Info lebih lengkap tentang surat tilang bisa dibaca di sini.
Ditulis oleh phat jam 3:56 PM 0 komentar Link ke artikel ini
Label: suka-suka-tralala
Jumat, Mei 29, 2009
custom shaped bokeh
Apa itu bokeh? Silakan lihat di wikipedia untuk lebih jelasnya.
Bokeh (derived from Japanese, a noun boke 暈け, meaning "blur" or "haze") is a photographic term referring to the appearance of point of light sources in an out-of-focus area of an image produced by a camera lens using a shallow depth of field. Different lens bokeh produces different aesthetic qualities in out-of-focus backgrounds, which are often used to reduce distractions and emphasize the primary subject.
Karena terinspirasi dengan salah satu topik bahasan di milis id-NikonD40/x/60 tentang bokeh yang ternyata bentuknya bisa diubah-ubah sesuka kita, muncul deh niat untuk isenk coba-coba. Awalnya sempat ragu apakah trik yang digunakan bisa diterapkan pada lensa dengan apertur kecil (lensa saya paling gede cuma f/4.0), soalnya contoh-contoh yang ada hampir semuanya menggunakan lensa berapertur besar. Tapi setelah dicoba ternyata bisa juga kok meskipun bentuk bokehnya kurang tajam, dan hasilnya terlihat seperti di bawah ini.

Olah digital pada foto tersebut di ACDSee sekedar crop, level, HSL. Bokeh berbentuk not-balok di atas bunga muncul karena pada bagian depan lensa saya letakkan selembar karton yang bagian tengahnya telah dibolongi dengan menggunakan puncher berbentuk not-balok. Di Bandung, puncher seperti ini bisa dibeli di Gramedia, Celebrate (dago), atau toko-toko yang menyediakan perlengkapan handycraft lainnya.

Jika masking pada bagian depan lensa dilepaskan, hasil fotonya seperti di bawah ini. Sori agak over-exposured gambar bunganya, pake mode-M lupa naekin shutter-speed. Tapi yang perlu diperhatikan bokehnya doank sih...
Ditulis oleh phat jam 3:31 PM 0 komentar Link ke artikel ini
Label: PHOTOpholio



